Selasa, 30 September 2014

PASAR ELEKTRONIK (MARKETSPACE)



A.      Pengertian Pasar Elektronik (Marketspace)
Pasar dimana para penjual dan para pembeli menukar jasa dan barang-barang untuk uang atau untuk jasa dan barabg-barang lainnya yang dilakukan secara elektronis.
B.      Fungsi Utama Pemasaran
a.       Mempertemukan para pembeli (konsumen) dan para penjual (pelaku bisnis)
b.      Memudahkan pertukaran informasi, barabng-barang, jasa dan pembayaran dihubungkan dengan transaksi pasar
c.       Menyediakan suatu infrastruktur kelembagaan

C.      Komponen Pasar Elektronik
a.       Consumer (Konsumen)
b.      Seller (Penjual)
c.       Barang (Berupa fisik atau digital)
d.      Front-End
e.      Mitra Bisnis
f.        Dukungan Pelayanan
g.       Infrastruktur
h.      Back End

D.      Penjelasan
Marketspace adalah lingkungan pertukaran informasi dan komunikasi berbasis elektronik adalah konsep yang relative baru dalam pemasaran. Karena batas-batas fisik tidak lagi menganggu membeli/menjual keputusan, dunia telah tumbuh menjadi marketspaces beberapa industry tertentu yang integrasi pasar melalui computer yang canggih dan teknologi telekomunikai.

E.       E-Marketspace
Sejak masyarakat Indonesia mulai akrab dengan Internet, kebiasaan berbisnis mulai berubah. Dahulu, surat menyurat dilakukan dengan menggunakan kurir atau mesin faks, hal ini sangat tidak efektif dan efisien. Bayangkan berapa anggaran yang harus perusahaan keluarkan untuk biaya kurir dan kertas faksimili yang notabene sangat mahal. Tetapi dengan hadirnya Internet dan hampir semua gedung perkantoran di Jakarta telah menggunakan Internet, otomatis biaya-biaya yang besar tersebut dapat dikurangi hampir setengah dari pengeluaran rutin untuk kertas faks dan biaya kurir.

Ketika internet sedang booming pada tahun 1995-2000, impian untuk "menginternetkan" pengusaha kecil dan menengah menjadi impian para pengusaha Internet yang penuh idealisme terhadap perkembangan Internet di Indonesia. Namun ketika itu, infrastruktur teknologi internet sangat tidak terjangkau untuk para pengusaha kecil, sebagai contoh, untuk mendapatkan sebuah koneksi internet di Indonesia saat itu harus mengeluarkan biaya Rp 500.000 / bulan. Itu belum termasuk biaya pembelian komputer yang mencapai 8-9 juta rupiah untuk satu unit komputer dengan spesifikasi Pentium 233 dengan RAM 32 pada tahun 1998.

Dengan kondisi saat ini, teknologi Internet sudah sangat terjangkau walaupun untuk pengusaha kecil dan menengah. Untuk satu koneksi Internet, anda cukup menggunakan koneksi internet dengan Telkomnet Instant yang dapat digunakan tanpa dipungut biaya berlangganan dan sangat mudah karena tagihan internet menjadi satu dengan tagihan telepon anda. Sedangkan untuk sebuah unit komputer dengan spesifikasi Pentium 4 1.5 Ghz RAM 128 dapat anda dapatkan dengan harga 3 juta rupiah saja.

Sumber:
http://rahmalways.blogspot.com/2012/04/e-marketspace_11.html








BUSINESS OF CONSUMER (B2C)



A.        Pengertian B2C
Suatu proses yang terjadi apabila suatu perusahaan atau organisasi menjual produk atau jasa pada pelanggan-nya melalui jaringan internet (secara online).
B.        Karakteristik
·         Terbuka untuk umum, dimana informasi disebarkan untuk umum.
·         Servis yang diberikan bersifat umum dengan mekanisme yang dapat digunakan oleh banyak orang, contohnya: karena sistem WEB sering digunakan maka servis diberikan dengan menggunakan basis WEB.
·         Servis diberikan berdasarkan permohonan .  dalam kondisi ini, customers memberikan suatu ide (inisiatif) dan produser harus siap memberikan respon sesuai dengan permohonan.
·         Transaksi sederhana
C.        Perkembangan Business to Consumer (B2C)
Pada awalnya Internet belum menyediakan layanan untuk bertransaksi dengan konsumen.  Pada tahun 1984, diciptakan sistem transaksi perbankan secara online oleh AT&T, tetapi tidak berhasil dikarenakan infrastruktur yang tidak memadai. Pada tahun 2000 diperkenalkan situs belanja online yang bernama Amazon.com.
Setelah saat itu, mulai banyak bermunculan situs-situs belanja/transaksi online yang mengusung prinsip Business to Consumer (B2C).
Perusahaan-perusahaan retailer yang telah ada (seperti departement store) belum memainkan peranan penting dalam pasar B2C. Website yang dibangun pada umumnya hanya berfungsi sebagai media publikasi dan tidak interaktif. Tujuan utamanya adalah untuk menarik perhatian pengunjung melalui website agar mendatangi toko di dunia nyata (physical store).
Sepanjang tahun 2001, diperkirakan terdapat sekitar 75 juta pengguna internet yang berpartisipasi dalam transaksi-transaksi di toko online (emarketer.com, Juli 2001). Menurut laporan eMarketer (Mei 2001), pendapatan dunia dari B2C pada tahun 2000 berkisar antara 53 hingga 238 miliar dolar dan meningkat pesat pada tahun 2004 menjadi antara 428 hingga 2134 miliar dolar. Saat ini pun, pasar B2C semakin berkembang. Perusahaan retailer banyak yang mengkombinasikan physical retail stores mereka dengan website (online presence).
Kesuksesan dari B2C pada dasarnya dikarenakan faktor penawaran barang kualitas tinggi dengan harga murah dan banyak pula dikarenakan pemberian layanan kepada konsumen yang cukup baik

D.        Tantangan Utama dalam Business to Consumer (B2C)
1.      Membangun privasi dan kepercayaan pada konsumen
2.      Menciptakan ketergantungan dan loyalitas
3.      Kelengkapan, keragaman dan ketersediaan barang dan jasa.
E.        Pelayanan Business to Consumer (B2C)
1.      Memuat contoh produk yang dijual beserta informasinya.
2.      Melakukan transaksi penjualan barang.
3.      Melakukan transaksi pembayaran barang.
4.      Melakukan transaksi pengiriman barang.
5.      Membuat berita-berita terbaru tentang produk.
6.      Menginformasikan lokasi penjualan dan layanan.
7.      Memberikan service secara lengkap.

F.         Produk Business to Consumer (B2C)
·         Produk Digital (Soft Goods), seperti lagu, album, film, program komputer, update dan jasanya.
·         Produk Fisik (Hard Goods)merupakan suatu produk yang tidak dapat dikonsumsi sesegera mungkin (secara langsung) setelah diunduh. Contoh: DVD, kaset dan lain sebagainya.
G.       Klasifikasi Business to Consumer (B2C)
Secara umum, tipe Business to Consumer (B2C) terbagi menjadi 4 klasifikasi, yaitu:
1.      Auction Store
Tempat untuk memberikan pelayanan dalam bidang perdagangan. Misalnya untuk pengiklanan produk perusahaan, cara pembayaran dan sebagainya. Contoh: www.ebay.com , www.swinde.com
2.      Online Store
Tempat untuk menjual atau membeli secara digital dengan memilih, memesan barang lewat internet tanpa harus bertatap muka dengan penjual secara langsung maupun barang yang ingin dibeli. Contoh: www.Amazon.com , www.tokopedia.com
3.      Online Service
Tempat untuk meminta informasi dan service lain dari perusahaan dengan cepat dan mudah atau dapat melakukan proses jual beli, misalnya jasa tiket perjalanan, jasa service dan lain-lain. Contoh: www.wotif.com , www.airasia.com , www.bliztmegaplex.com
4.      Other Service
Layanan yang menyediakan fasilitas untuk penjualan produk dan jasa diluar klasifikasi yang telah dijabarkan sebelumnya. Contoh:  www.kaskus.us , www.facebook.com
H.        Keuntungan dan Kerugian/Kelemahan Business to Consumer (B2C)
·         Keuntungan Business to Consumer (B2C) bagi company atau perusahaan adalah:
1.      Dapat mempromosikan produk mereka secara luas.
2.      Dapat melayani transaksi selama 24 jam penuh tanpa terganggu waktu libur ataupun break.
3.      Dapat langsung berinteraksi dengan customers tanpa perantara.
4.      Dapat meminimalkan cost yang dikeluarkan.

·         Keuntungan Business to Consumer (B2C) bagi customers adalah:
1.      Dapat melakukan pembelanjaan dengan mudah.
2.      Memiliki banyak pilihan dan waktu utnuk menentukkan yang disukai.
·         Kelemahan
1.      Produk yang kita order tidak dapat kita lihat secara langsung dan kita teliti (periksa) lebih lanjut.
2.      Produk yang kita lihat di website, terkadang tidak sesuai seperti aslinya. Maksudnya ada perbedaan bentuk, warna, ukuran dan lain sebagainya.

Sumber:
http://adit.web.id/pengertian-business-to-consumer-b2c/2013/10/29/