A.
Pengertian B2C
Suatu
proses yang terjadi apabila suatu perusahaan atau organisasi menjual produk
atau jasa pada pelanggan-nya melalui jaringan internet (secara online).
B.
Karakteristik
·
Terbuka untuk umum, dimana informasi
disebarkan untuk umum.
·
Servis yang diberikan bersifat umum
dengan mekanisme yang dapat digunakan oleh banyak orang, contohnya: karena
sistem WEB sering digunakan maka servis diberikan dengan menggunakan basis WEB.
·
Servis diberikan berdasarkan
permohonan . dalam kondisi ini, customers memberikan suatu ide
(inisiatif) dan produser harus siap memberikan respon sesuai dengan permohonan.
·
Transaksi sederhana
C.
Perkembangan
Business to Consumer (B2C)
Pada
awalnya Internet belum menyediakan layanan untuk bertransaksi dengan konsumen.
Pada tahun 1984, diciptakan sistem transaksi perbankan secara online oleh
AT&T, tetapi tidak berhasil dikarenakan infrastruktur yang tidak memadai.
Pada tahun 2000 diperkenalkan situs belanja online yang bernama Amazon.com.
Setelah
saat itu, mulai banyak bermunculan situs-situs belanja/transaksi online yang
mengusung prinsip Business to Consumer (B2C).
Perusahaan-perusahaan retailer yang telah ada (seperti departement
store) belum memainkan peranan penting dalam pasar B2C. Website yang
dibangun pada umumnya hanya berfungsi sebagai media publikasi dan tidak
interaktif. Tujuan utamanya adalah untuk menarik perhatian pengunjung melalui
website agar mendatangi toko di dunia nyata (physical store).
Sepanjang tahun 2001, diperkirakan terdapat sekitar
75 juta pengguna internet yang berpartisipasi dalam transaksi-transaksi di toko
online (emarketer.com, Juli 2001). Menurut laporan eMarketer (Mei 2001),
pendapatan dunia dari B2C pada tahun 2000 berkisar antara 53 hingga 238 miliar
dolar dan meningkat pesat pada tahun 2004 menjadi antara 428 hingga 2134 miliar
dolar. Saat ini pun, pasar B2C semakin berkembang. Perusahaan retailer
banyak yang mengkombinasikan physical retail stores mereka dengan website
(online presence).
Kesuksesan dari B2C pada dasarnya dikarenakan
faktor penawaran barang kualitas tinggi dengan harga murah dan banyak pula
dikarenakan pemberian layanan kepada konsumen yang cukup baik
D.
Tantangan
Utama dalam Business to Consumer (B2C)
1.
Membangun privasi dan kepercayaan
pada konsumen
2.
Menciptakan ketergantungan dan
loyalitas
3.
Kelengkapan, keragaman dan
ketersediaan barang dan jasa.
E.
Pelayanan
Business to Consumer (B2C)
1.
Memuat contoh produk yang dijual
beserta informasinya.
2.
Melakukan transaksi penjualan barang.
3.
Melakukan transaksi pembayaran
barang.
4.
Melakukan transaksi pengiriman
barang.
5.
Membuat berita-berita terbaru
tentang produk.
6.
Menginformasikan lokasi penjualan
dan layanan.
7.
Memberikan service secara lengkap.
F.
Produk
Business to Consumer (B2C)
·
Produk Digital (Soft Goods), seperti
lagu, album, film, program komputer, update dan jasanya.
·
Produk Fisik (Hard Goods)merupakan
suatu produk yang tidak dapat dikonsumsi sesegera mungkin (secara langsung)
setelah diunduh. Contoh: DVD, kaset dan lain sebagainya.
G. Klasifikasi Business to Consumer (B2C)
Secara
umum, tipe Business to Consumer (B2C) terbagi menjadi 4 klasifikasi, yaitu:
1.
Auction
Store
Tempat
untuk memberikan pelayanan dalam bidang perdagangan. Misalnya untuk pengiklanan
produk perusahaan, cara pembayaran dan sebagainya. Contoh: www.ebay.com ,
www.swinde.com
2.
Online
Store
Tempat
untuk menjual atau membeli secara digital dengan memilih, memesan barang lewat
internet tanpa harus bertatap muka dengan penjual secara langsung maupun barang
yang ingin dibeli. Contoh: www.Amazon.com , www.tokopedia.com
3.
Online
Service
Tempat
untuk meminta informasi dan service lain dari perusahaan dengan cepat dan mudah
atau dapat melakukan proses jual beli, misalnya jasa tiket perjalanan, jasa
service dan lain-lain. Contoh: www.wotif.com , www.airasia.com ,
www.bliztmegaplex.com
4.
Other
Service
Layanan
yang menyediakan fasilitas untuk penjualan produk dan jasa diluar klasifikasi
yang telah dijabarkan sebelumnya. Contoh: www.kaskus.us ,
www.facebook.com
H.
Keuntungan
dan Kerugian/Kelemahan Business to Consumer (B2C)
·
Keuntungan Business to Consumer
(B2C) bagi company atau perusahaan adalah:
1.
Dapat mempromosikan produk mereka
secara luas.
2.
Dapat melayani transaksi selama 24
jam penuh tanpa terganggu waktu libur ataupun break.
3.
Dapat langsung berinteraksi dengan
customers tanpa perantara.
4.
Dapat meminimalkan cost yang
dikeluarkan.
·
Keuntungan Business to Consumer
(B2C) bagi customers adalah:
1.
Dapat melakukan pembelanjaan dengan
mudah.
2.
Memiliki banyak pilihan dan waktu
utnuk menentukkan yang disukai.
·
Kelemahan
1.
Produk yang kita order tidak dapat
kita lihat secara langsung dan kita teliti (periksa) lebih lanjut.
2.
Produk yang kita lihat di website,
terkadang tidak sesuai seperti aslinya. Maksudnya ada perbedaan bentuk, warna,
ukuran dan lain sebagainya.
Sumber:
http://adit.web.id/pengertian-business-to-consumer-b2c/2013/10/29/
Tidak ada komentar:
Posting Komentar